Jumat, 18 November 2016
Daftar Harga Chasis Bus di Indonesia
Tuesday, 8 November 2016
Mungkin anda pernah bertanya-tanya berapa sih harga sebuah bus? Body bus di bangun di atas sebuah chasis yang memang diperuntukan khusus untuk bus, akan tetapi ada juga yang menggunakan chasis truck,biasanya untuk bus berukuran kecil atau sedang. Chasis bus dan truck dibuat oleh pabrikan otomotif seperti Mercedes Benz, Hino, Scania, dll dan yang paling sering jumpai di jalan raya di Indonesia kebanyakan adalah Hino dan Mercedes Benz untuk bus besar, dan Mitshubishi untuk bus sedang.
Kadang kita sering melihat sebuah bus AKAP ditempeli stiker besar di kaca samping yang bertuliskan salah satu merek pabrikan otomotif. Tujuan penempelan stiker tersebut merupakan salah satu strategi pemasaran untuk menarik perhatian penumpang, walaupun kadang saya sendiri ragu apakah penumpang tahu arti di balik stiker tersebut. Banyak juga perusahaan otobus yang menempelkan stiker yang tidak sesuai dengan keadaan armada , contohnya, sebuah bus yang dibuat pada chasis Mercedes Benz OH1526 ditempeli dengan stiker Mercedes Benz OH1626, dan ditambah lagi embel-embel EURO IV ,Air Suspension dan dll.
Sumber :http://www.scania.com/my
Di bawah ini adalah beberapa price list untuk harga sebuah chasis bus dan mesinnya,harga yang tertera di bawah belum termasuk biaya perakitan body bus di karoseri. Biaya perakitan body bus di karoseri sangat bervariasi, tergantung pesanan dan material yang akan digunakan, berikut ini adalah harga chasis bus:
Harga chasis bus Hino
Hino Dutro Bus 110LDB: Rp 197.100.000
Hino Dutro Bus 130MDBL: Rp 236.400.000
Hino FB130: Rp 243.000.000
Hino A215/AK8: Rp 478.000.000
Hino R235/RK8: Rp 578.000.000
Hino R260/RK8: Rp 609.000.000
Hino RN285: Rp 720.000.000
Harga chasis bus Mercedes Benz
Mercedes Benz OH 1521E3: Rp 609.000.000
Mercedes Benz OH 1525: Rp 599.000.000
Mercedes Benz OH 1526: Rp 719.000.000
Mercedes Benz OH 1626: Rp 779.000.000
Mercedes Benz OH 1830: Rp 919.000.000
Mercedes Benz OH 1836: Rp 1.039.000.000
Harga chasis bus SCANIA
Scania K124IB: Rp 800Jt an
Scania K310: Rp 1,05M
Scania K380: Rp 1,1M
Scania K410 IB: 1,75M
Harga chasis bus Mitshubishi
Mitsubishi FE 83 BC 110PS: Rp 231.200.000
Mitsubishi FE 84G BC 136PS: Rp 246.100.000
Harga chasis bus Toyota
Toyota Dyna 6 R Bus Chasis 110PS FT: Rp 230.950.000
Daftar Harga Chasis Bus di Indonesia
Tuesday, 8 November 2016
Mungkin anda pernah bertanya-tanya berapa sih harga sebuah bus? Body bus di bangun di atas sebuah chasis yang memang diperuntukan khusus untuk bus, akan tetapi ada juga yang menggunakan chasis truck,biasanya untuk bus berukuran kecil atau sedang. Chasis bus dan truck dibuat oleh pabrikan otomotif seperti Mercedes Benz, Hino, Scania, dll dan yang paling sering jumpai di jalan raya di Indonesia kebanyakan adalah Hino dan Mercedes Benz untuk bus besar, dan Mitshubishi untuk bus sedang.
Kadang kita sering melihat sebuah bus AKAP ditempeli stiker besar di kaca samping yang bertuliskan salah satu merek pabrikan otomotif. Tujuan penempelan stiker tersebut merupakan salah satu strategi pemasaran untuk menarik perhatian penumpang, walaupun kadang saya sendiri ragu apakah penumpang tahu arti di balik stiker tersebut. Banyak juga perusahaan otobus yang menempelkan stiker yang tidak sesuai dengan keadaan armada , contohnya, sebuah bus yang dibuat pada chasis Mercedes Benz OH1526 ditempeli dengan stiker Mercedes Benz OH1626, dan ditambah lagi embel-embel EURO IV ,Air Suspension dan dll.
Sumber :http://www.scania.com/my
Di bawah ini adalah beberapa price list untuk harga sebuah chasis bus dan mesinnya,harga yang tertera di bawah belum termasuk biaya perakitan body bus di karoseri. Biaya perakitan body bus di karoseri sangat bervariasi, tergantung pesanan dan material yang akan digunakan, berikut ini adalah harga chasis bus:
Harga chasis bus Hino
Hino Dutro Bus 110LDB: Rp 197.100.000
Hino Dutro Bus 130MDBL: Rp 236.400.000
Hino FB130: Rp 243.000.000
Hino A215/AK8: Rp 478.000.000
Hino R235/RK8: Rp 578.000.000
Hino R260/RK8: Rp 609.000.000
Hino RN285: Rp 720.000.000
Harga chasis bus Mercedes Benz
Mercedes Benz OH 1521E3: Rp 609.000.000
Mercedes Benz OH 1525: Rp 599.000.000
Mercedes Benz OH 1526: Rp 719.000.000
Mercedes Benz OH 1626: Rp 779.000.000
Mercedes Benz OH 1830: Rp 919.000.000
Mercedes Benz OH 1836: Rp 1.039.000.000
Harga chasis bus SCANIA
Scania K124IB: Rp 800Jt an
Scania K310: Rp 1,05M
Scania K380: Rp 1,1M
Scania K410 IB: 1,75M
Harga chasis bus Mitshubishi
Mitsubishi FE 83 BC 110PS: Rp 231.200.000
Mitsubishi FE 84G BC 136PS: Rp 246.100.000
Harga chasis bus Toyota
Toyota Dyna 6 R Bus Chasis 110PS FT: Rp 230.950.000
Daftar Harga Chasis Bus di Indonesia
Tuesday, 8 November 2016
Mungkin anda pernah bertanya-tanya berapa sih harga sebuah bus? Body bus di bangun di atas sebuah chasis yang memang diperuntukan khusus untuk bus, akan tetapi ada juga yang menggunakan chasis truck,biasanya untuk bus berukuran kecil atau sedang. Chasis bus dan truck dibuat oleh pabrikan otomotif seperti Mercedes Benz, Hino, Scania, dll dan yang paling sering jumpai di jalan raya di Indonesia kebanyakan adalah Hino dan Mercedes Benz untuk bus besar, dan Mitshubishi untuk bus sedang.
Kadang kita sering melihat sebuah bus AKAP ditempeli stiker besar di kaca samping yang bertuliskan salah satu merek pabrikan otomotif. Tujuan penempelan stiker tersebut merupakan salah satu strategi pemasaran untuk menarik perhatian penumpang, walaupun kadang saya sendiri ragu apakah penumpang tahu arti di balik stiker tersebut. Banyak juga perusahaan otobus yang menempelkan stiker yang tidak sesuai dengan keadaan armada , contohnya, sebuah bus yang dibuat pada chasis Mercedes Benz OH1526 ditempeli dengan stiker Mercedes Benz OH1626, dan ditambah lagi embel-embel EURO IV ,Air Suspension dan dll.
Sumber :http://www.scania.com/my
Di bawah ini adalah beberapa price list untuk harga sebuah chasis bus dan mesinnya,harga yang tertera di bawah belum termasuk biaya perakitan body bus di karoseri. Biaya perakitan body bus di karoseri sangat bervariasi, tergantung pesanan dan material yang akan digunakan, berikut ini adalah harga chasis bus:
Harga chasis bus Hino
Hino Dutro Bus 110LDB: Rp 197.100.000
Hino Dutro Bus 130MDBL: Rp 236.400.000
Hino FB130: Rp 243.000.000
Hino A215/AK8: Rp 478.000.000
Hino R235/RK8: Rp 578.000.000
Hino R260/RK8: Rp 609.000.000
Hino RN285: Rp 720.000.000
Harga chasis bus Mercedes Benz
Mercedes Benz OH 1521E3: Rp 609.000.000
Mercedes Benz OH 1525: Rp 599.000.000
Mercedes Benz OH 1526: Rp 719.000.000
Mercedes Benz OH 1626: Rp 779.000.000
Mercedes Benz OH 1830: Rp 919.000.000
Mercedes Benz OH 1836: Rp 1.039.000.000
Harga chasis bus SCANIA
Scania K124IB: Rp 800Jt an
Scania K310: Rp 1,05M
Scania K380: Rp 1,1M
Scania K410 IB: 1,75M
Harga chasis bus Mitshubishi
Mitsubishi FE 83 BC 110PS: Rp 231.200.000
Mitsubishi FE 84G BC 136PS: Rp 246.100.000
Harga chasis bus Toyota
Toyota Dyna 6 R Bus Chasis 110PS FT: Rp 230.950.000
Gila!!! Setia Negara Al Farruq (Mr. Gaplex) Nempel Dewi Sri Hanya dengan Jarak 5 CM
Thursday, 26 May 2016
Bus di jalur pantura memang sudah dikenal dengan ciri khasnya yang melekat yaitu melakukan perjalanan dalam kecepatan tinggi atau dalam bahasa gaul di kalangan penggemar bus ngeblong, hal ini dikarenakan jalur pantura yang bisa dibilang selalu lurus, serta kondisi aspal yang bagus membuat para pengemudi bus tidak segan-segan menjalankan busnya dengan kecepatan tinggi,kecuali pada saat-saat tertentu seperti musim liburan panjang dan menjelang lebaran,karena dipastikan jalur pantura tidak luput dari kemaceta.
Setia Negara merupakan salah satu bus yang terkenal dengan kecepatannya ketika melintas di jalur pantura,terutama Setia Negara Al-Farruq, mungkin sudah tidak asing lagi bagi para penggemar bus, keberanian dan kelihaian sopir bus yang masih muda ini memang bernyali sangat besar ketika sedang ngeblong di jalur pantura. Perusahaan otobus yang bermarkas di kuningan jawa barat. Fasilitas yang diberikan bus ini mulai dari Bumel hingga kelas eksekutif. Bus ini merupakan bus AKAP (antar kota antar propinsi) yang melayani rute sebagai berikut:
Sumber Gambar: www.youtube.com
– Kuningan-Cirebon-Semarang
– Kuningan-Cirebon-Bekasi
– Kuningan-Cirebon-Jakarta (Pulogadung, Kp Rambutan, Tj Priok, Kalideres)
– Kuningan-Cirebon-Tangerang
– Pekalongan-Jakarta
– Pati-Kudus-Semarang-Lampung-Palembang
Sumber Gambar: www.youtube.com
Setia Negara merupakan saingan berat Po bus sebelah yaitu luragung jaya. Hampir setiap hari kedua bus ini saling beradu kecepatan di jalur pantura yang memiliki trek lurus. Sudah tak terhitung lagi berapa kali bus ini terlibat kecelakan dan memakan banyak korban jiwa. Bus ini dikenal ugal-ugalan dijalan raya dan hampir semua orang yang daerahnya dilewati bus ini tahu akan hal itu.
Sumber Gambar: www.youtube.com
Jika anda penasaran silahkan saksikan video yang diunggah para penggemar fanatik bus ini di youtube. Ada video yang memperlihatkan kondektur bus Setiaa Negara sedang membenahi spion ketika bus sedang melaju dengan kencang.
Ada juga video bus Setia Negara Al-Faruuq di belakang ingin mendahului bus didepannya, akhirnya nguntit ala slipstream dengan kecepatan 110 kph dan nempel bus dengan jarak 5 cm saja,sungguh sangat menegangkan.
Sumber Gambar: www.youtube.com
Sumber Gambar: www.youtube.com
Sumber Gambar: www.youtube.com
Mungkin masih bisa dibilang wajar di dunia balap , motor sampai dengan mobil, intinya dengan istilah nebeng kecepatan kendaraan didepan sehingga makin ringan jalannya,karena angin di belah oleh kendaraan yang di depan, irit bahan bakar karena seakan di tarik oleh kendaraan yang didepan dan bisa ancang-ancang untuk overtake,walau sebenarnya kendaraan yang di depan pun juga dapat keuntungan seperti di dorong yang diari belakang, namun apa jadinya ketika tiba-tiba kendaraan yang didepan tiba-tiba ngerem mendadak/ menurut saya dengan kecepatan 110 kpj dan dengan jarak antara kendaraan didepannya hanya 5 cm,dengan rem bus yang sangat pakem ataupun canggih dengan ABS sekalipun tidak akan bisa menahan terjadinya tabrakan belakang he he hee semoga ini tidak terjadi
Sejarah Singkat Po. Titian Mas
Monday, 25 May 2015
Berawal dari angkutan antar desa di sekitar Sumbawa Besar – Nusa Tenggara Barat, yang dirintis oleh Bapak CHANDRA WIRIANTO sejak tahun 1960-an, sejak tahun 1994 TITIAN MAS berkembang menjadi sebuah jasa pelayanan transportasi antar kota dalam propinsi yang melayani jurusan Mataram ke Sumbawa dan sebaliknya.
Sumber Gambar: www.bismania.com
Pada tahun 1995 seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat atas layanan jasa transportasi, TITIAN MAS mulai melakukan perluasan layanannya menjadi jasa bus antar kota antar propinsi, dan kemudian diperluas lagi menjadi antar propinsi, khususnya jalur transportasi Jawa timur – Bali – Mataram dan Sumbawa.
Semakin tingginya dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan TITIAN MAS, pada tahun 2002 TITIAN MAS membuka cabang baru di kota MALANG.
Dan seiring dengan makin meningkatnya permintaan layanan akan Tour dan Travel untuk pariwisata, pada tahun 2006 DIVISI PARIWISATA dari TITIAN MAS mulai dikembangkan.
Dengan semangat yang kuat dan keteguhan untuk selalu melayani dan memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat TITIAN MAS telah berkembang seperti sekarang ini.
Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan pelanggan-pelanggan setia kami.
Sumber: http://www.titianmas.com/
Bus Terbaik Di Indonesia Versi Bismania
Monday, 27 April 2015
Berdasarkan visitor view di forum, berdasarkan sms atau telpon pertanyaan, Berdasarkan Pelayanan, Berdasarkan Suara Konsumen, berdasarkan hasil di lapangan, berdasarkan mobilitas kendaraan / bus di jalan dan pandangan serta pendapat moderator2 dan administrator www.bismania.com,
berikut 40 (empat puluh) Perusahaan Bus AKAP, Bus Pariwisata serta 10 (sepuluh) karoseri terbaik di klasifikasinya ( Bus Besar, Bus Medium dan Microbus/Elf) :
Sumber Gambar: www.bismania.com
PERINGKAT DI BAWAH INI AKAN TERUS BERGANTI POSISI NYA TIAP BULANNYA.
AKAN ADA PO BUS / KAROSERI BARU AKAN MASUK ATAU KELUAR DARI DAFTAR DI BAWAH INI TIAP BULANNYA.
BUS AKAP (ANTAR KOTA ANTAR PROPINSI) TERBAIK VERSI WWW.BISMANIA.COM
1. SURYA BALI
2. HARAPAN JAYA
3. PAHALA KENCANA
4. ROSALIA INDAH
5. BUDIMAN
6. SINAR JAYA
7. BEJEU
8. SAN
9. SEMPATI STAR
10. KURNIA GROUP
11. WISATA KOMODO
12. GMS
13. MAJU LANCAR
14. EFISIENSI
15. RAMAYANA
16. NUSANTARA
17. HARYANTO
18. PELANGI
19. GUNUNG HARTA
20. EKA MIRA
21. RESTU MULYA
22. LORENA-KARINA GROUP
23. PUTERA REMAJA
24. SHANTIKA
25. SAFARI DHARMA RAYA
26. DAMRI
27. KRAMAT DJATI
28. RAYA
29. AKAS GROUP
30. MEDAN JAYA
31. RESTU GROUP
32. TITIAN MAS
33. BINTANG TIMUR
34. INTRA
35. GAJAH MUNGKUR
36. SUMBER ALAM
37. NEW LIMAN
38. NPM
39. PRIMAJASA
40. LITHA & CO
BUS PARIWISATA TERBAIK VERSI WWW.BISMANIA.COM
1. PANORAMA PARIWISATA
2. ROSALIA INDAH PARIWISATA
3. MARISA HOLIDAY
4. SEMANTA
5. BUDIMAN PARIWISATA
6. QITARABU
7. BARITO
8. SUBURJAYA
9. PANDAWA 87
10. LAKS
11. WHITE HORSE
12. BLUE STAR
13. HARAPAN JAYA
14. WILLIAM
15. WARGA BARU PARIWISATA
16. AM TRANS
17. ROYAL PLATINUM
18. BIG BIRD
19. NIRWANA PARIWISATA
20. CIPTA KARUNIA
21. JACKAL HOLIDAY
22. SJLU (SINAR JAYA LANGGENG UTAMA)
23. KERUB
24. BEE BUS
25. TRAC
26. CITRA DEWI
27. E TRANS
28. SYMPHONIE
29. MANHATTAN
30. EFFISIENSI
31. DUTA GEMILANG
32. BGS TRANS
33. QUEEN TRANS
34. SAFARI DHARMA RAYA (OBL)
35. AM SHANTIKA
36. RED WHITE STAR
37. HIBA UTAMA
38. CITY TRANS UTAMA
39. AGRA MAS
40. TRANS BOUTIQE
TOP 10 KAROSERI VERSI WWW.BISMANIA.COM DARI 50 KAROSERI.
BIG BUS
1. TENTREM
2. ADIPUTRO
3. LAKSANA
4. MORODADI PRIMA
5. RAHAYU SENTOSA
6. NEW ARMADA
7. RESTU IBU
8. TRIJAYA UNION
9. TRISAKTI
10. PIALA MAS
MEDIUM BUS
1. ADIPUTRO
2. LAKSANA
3. RAHAYU SENTOSA
4. MORODADI PRIMA
5. TENTREM
6. RESTU IBU
7. TRISAKTI
8. GUNUNG MAS
9. MERPATI BALI
10. TRIJAYA UNION
MICRO BUS
1. ADIPUTRO
2. MORODADI
3. RAHAYU SENTOSA
4. PARAMITRA
5. AGUSTUS
6. LAKSANA
7. GUNUNG MAS
8. CENTRAL KAROSERI
9. ABC
10. TRIJAYA UNION
Note:
Menjadi 40 besar dari Ratusan Po Bus akap atau Bus Pariwisata akan menjadi tolak ukur kepercayaan masyarakat terhadap transportasi bus di Indonesia Terutama dalam Pelayanan, Kenyamanan dan Keamanan Pengguna Transportasi Bus.
Sumber: http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=13651
pengusaha bis lorena
Pemilik Bus Lorena (Eka Sari Lorena Soerbakti)
Tuesday, 29 December 2015
Meskipun seorang perempuan, dia tak merasa segan untuk terjun ke lapangan dan menyapa para pekerjanya. Orang bisa memandang sebelah mata karena penampilannya yang stylist dan terlihat gaul. Namun, dia memiliki visi dan obsesi besar di bidang transportasi.Adalah Eka Sari Lorena Soerbakti, Chief Executif Officer Lorena Group, ini mampu membawa perusahaan keluarga menjadi perusahaan modern. Bagaimana kiatnya? Bisnis Indonesia berkesempatan mewarancarainya.
Berikut petikannya:
Bagaimana pasang surut perusahaan yang Anda pimpin?
Kami memulai bisnis transportasi pada 9 September 1970. Perusahaan ini didirikan oleh ayah saya. Ayah saya dulu kan tentara. Sering ngurusi berbekalan, transportasi, membangun jembatan. Zeni tempur lah bagiannya.Mungkin karena ayah saya sering naik bus. Kira-kira waktu itu kepikiran, ‘kenapa tidak buat perusahaan transportasi’. Akhirnya terjun ke bisnis transportasi. Awalnya kami hanya memiliki dua bus untuk melayani antarkota antarprovinsi.Itu pun bus dibeli dengan harga Rp12 juta. Bus pun masih diparkir di halaman orang. Belum memiliki lahan parkir sendiri. Semula kami hanya melayani trayek Bogor-Jakarta, kami memilih depo di Bogor.Setahun nambah menjadi lima bus. Respons masyarakat bagus. Perusahaan kami buat beda. Kami buat pakai seragam, tertib, dan kami latih. Jadi, jelas berbeda dengan sopir bus biasanya.Itu yang membuat kami lebih mudah memenangkan market.
Lompatan terbesar terjadi pada tahun berapa?
Pada saat kami main jarak jauh. Itu pada tahun 1980-an. Saat itu belum banyak perusahaan bus yang memiliki sistem bagus. Kami memiliki jadwal yang teratur, split management, dan utilisasi kendaraan.Kami main jarak jauh pertama dengan tujuan Surabaya, sehingga kami sempat dikira bus asal Surabaya. Waktu itu beli perusahaan bus kompetitor, namanya Raseko. Kemudian diganti menjadi Karina.Kemudian pada krisis moneter perusahaan kami malah bagus. Karena kami sangat prudent [hati-hati]. Sangat prudent dalam mengkalkulasi. Kantorkantor penting itu kami tidak menyewa, beli sendiri. Jadi, apabila dalam kondisi bahaya atau kondisi krisis, kami punya sendiri, sehingga tidak menjadi beban. Kami tidak banyak utang. Lebih mengandalkan dana internal.
Perusahaan apa yang berkontribusi besar terhadap pendapatan?
Sekarang ini semakin merata ya, karena bisnis kami ini semua saling menunjang. Bukan saling jalan satu ke kiri dan satu ke kanan.Selain itu, kami efisien dalam semua hal, karena memiliki spare part yang sama, satu warehousing dan lainnya.
Bagaimana Anda bisa menjadi top pimpinan di Lorena?
Saya sempat kerja di luar negeri, di Western International. Saya berkantor di AS menjadi marketing executive. Kemudian saya kembali ke Indonesia. Saya kerja sama ayah. Disuruh ke mana-mana. Jadi, saya banyak belajar sama ayah.Saya kerja di Lorena tidak langsung memiliki jabatan tinggi. Awalnya saya juga disuruh menjadi marketing untuk buktikan ilmu yang saya dapat di AS. Itu pada 1992. Pada awalnya saya cuma digaji Rp1,2 juta. Jauh lebih kecil dari gaji saya waktu di AS yang mencapai ribuan dólar AS.Tapi, itu bagus karena saya punya empati lebih besar terhadap profesi di perusahaan.
Situasi tersulit apakah yang pernah Anda hadapi?
Waktu harga tiket pesawat murah. Harga tiket pesawat sangat murah, lebih murah dari tiket bus. Waktu tempuh kami jelas kalah. Karena mobilitas orang dari daerah ke daerah. Itu sangat berat bagi kami.Di situ kami melakukan rerouting [pengaturan ulang rute]. Kami buat rute yang tidak bersinggungan langsung dengan pesawat.Awalnya itu sangat memukul separuh pendapatan kami. Namun, ka rena perusahaan swasta, kami mu dah melakukan rerouting, sehingga pendapatan balik lagi. Itu selama setahun.Kami memiliki keunggulan di bandingkan dengan pesawat, kami bisa mengangkut barang banyak. Itu yang menarik kembali penumpang.
Apa keputusan Anda yang paling monumental?
Harus punya perusahaan pengiriman atau logistik sendiri [mendirikan ESL Express]. Selama ini kan pengiriman barang oleh Lorena bus. Kadang diterima sopir, kemudian barang hi – lang. Eh, yang dikejar kita, sehingga banyak menimbulkan masalah.Jadi keputusan untuk membuat perusahaan pengiriman barang ini sangat memora ble dan benar. Perusahaan ini didirikan 16 ta hun lalu, bahkan kini akan menghasilkan grup sendiri.
Kenapa harus dipisah?
Don’t put in one basket. Semua perusahaan sudah mengerti transportasi. Ini kan mereka sudah tahu value. Kenapa tidak sinergi? Kalau dua bisa saling cari duit kan lebih gampang. Ini akan memperkuat grup. Gimana cara melihat, kalau masing-masing punya cara sendiri kenapa tidak. Kalau satu grup ada kenapa-kenapa kan grup lain bisa menolong.Apalagi ESL Exspress ini franchise per tahun tambah sampai ratusan. Meski model ini kami kembangkan sejak 5 tahun lalu, sekarang sudah mencapai 500 franchise dan memiliki
787 kantor jaringan.
Apa rencana korporasi dalam 1-2 tahun mendatang?
Pertama, kami ingin masuk ke bisnis kargo pesawat dan pe numpang. Tapi, untuk pesawat penumpang kondisi infrastruktur kurang memadai. Terlalu padat. Akan tetapi kalau ada yang collapse satu atau dua lagi maskapai boleh juga [terjun ke bisnis pesawat penumpang].Kedua, kami masih ingin memfokuskan pada angkutan darat. Lebih mengarah pada suplai chain, yakni menambah feeder. Karena saat ini travel time makin parah. Kami membutuhkan hub baru agar zona lebih banyak. Kami ingin buka lain untuk logistik dan ekspres.Kami juga ingin IPO [initial public offering] atau mencari strategic partner. Tapi, kami ingin perusahaan agar go public dulu agar tidak terkesan eksklusif karena perusahaan keluarga, se hingga memudahkan mencari pendanaan. Ini rencana Mei paling lambat. Kami sudah menunjuk underwriter.
Siapa di balik sukses karier Anda?
Keluarga saya. Meskipun sebenarnya keluarga saya liberal. Tidak mau mengarahkan ke mana. Namun, saya tahu bahwa saya mengetahui bisnis transportasi. Karena saya menggeluti lama dan saya suka. Saya ada passion kuat pada usaha transportasi.
Sejak kapan suka transportasi?
Ini [bidang transportasi] seperti napas saya dari kecil. Saya jalan deket bus itu biasa, dengar klakson keras sudah biasa, karena sudah terbiasa dari kecil. Passion saya itu lebih kepada banyak membantu orang. Makanya saya suka transportasi.Orang minta konsultasi dan dibayar mahal kepada saya tidak tertarik. Tapi, kalau orang minta bantu mengenai konsultasi metro mini saya suka.
Apakah Anda menyiapkan calon pemimpin Lorena?
Saya tidak izinkan anak masuk Lorena. Biar mereka nanti buat perusahaan sendiri. Saya mendidik anak mandiri. Anak harus diberi kebebasan untuk mengembangkan dirinya sendiri.
Apakah hobi Anda?
Satu jalan-jalan, kedua baca, ketiga nonton TV atau film yang berbau investigasi. Saya juga suka renang.
Tokoh idola Anda?
Banyak. Pertama bapak saya, Mother Theresa, dan saya ingin menjadi pengusaha seperti Warren Buffet
http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=11537">http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=11537
pengusaha bis sinar jaya
Berdiri sejak 1982 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang aman, nyaman dan terpercaya. Sinar Jaya Group terdiri atas 4 divisi yaitu Sinar Jaya Megah Langgeng, Daya Melati Indah, Sinar Jaya Langgeng Utama & Sinar Express.
SJML (Sinar Jaya) bergerak di jasa transportasi Angkutan Antar Kota Antar Propinsi yang saat beroperasi untuk tujuan seperti Tegal, Slawi, Pekalongan, Pemalang, Purwokerto, Bumiayu, Wonosobo, Bobotsari, Banjarnegara, Cilacap, Purworejo, Jogja & Klaten. Sinar Jaya telah merambah ke jalur Antar Kota Dalam Propinsi yang untuk saat ini beroperasi di kawasan bekasi. Trayek Sinar Jaya Antar Kota yang telah beroperasi saat ini antara lain Bekasi-Kemayoran, Bekasi-Rawamangun, Bekasi-Tanah Abang, Bekasi-Pasar Minggu, Bekasi-Rangkas Bitung, Bekasi-Bogor.
DMI (Daya Melati Indah) juga merupakan salah satu divisi pada Sinar Jaya Group. bergerak di jasa transportasi Angkutan Antar Kota Antar Propinsi yang saat beroperasi untuk tujuan seperti Tegal, Slawi, Pekalongan, Pemalang, Purwokerto, Bumiayu, Wonosobo, Bobotsari, Banjarnegara, Cilacap, Purworejo, Jogja.
Chasis yang digunakan Hino RK2 HR LA, AK3 HR, RG1 J & RK8 JN R260
Sinar Jaya Langgeng Utama (SJLU) bergerak di bidang Bus Pariwisata & Bus Karyawan. Memiliki motto "Solution for your transportation needs" Sebagai salah satu perusahaan transportasi terbesar dan berkomitmen melayani dengan sepenuh hati demi kepuasan pelanggan, kami penuhi kelengkapan fasilitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen.
SJLU Starbus memiliki berbagai jenis armada yaitu :
Medium Bus : Spesifikasi Hino Dutro 125LT, Kapasitas 25 seat
Mini Bus : Spesifikasi Isuzu Elf NKR 55 E12A, Kapasitas 15 seat
Big Bus : Spesifikasi Hino RG 1 J & RK 8 JN R260, Kapasitas 41,43 & 54 seat
Medium Bus Non AC : Spesifikasi Hino Dutro 125 LT (27 seat) & Mitsubishi FE 447 F (31 seat)
Big Bus Non AC : Spesifikasi Hino RK 2 HR LA & AK 3 HR, kapasitas 54 & 59 seat
Mini bus Non AC : Spesifikasi Isuzu Elf NKR 55 E12A, kapasitas 15 seat
Alamat Pool : Jl P Diponegoro 70, Tambun, Bekasi 17510
Phone : (021) 8804666 - 8804688 - 8818649 - 88355865
Fax : (021) 8818649
Email : starbus@sinarjayagroup.co.id
SINAR EXPRESS sinar jaya group manawarkan layanan paket kiriman barang antaran 1 malam dengan motto kecepatan, ketepatan, safety yang memadai. serta harga ekonomis. Melayani pengiriman barang dan dokumen ke wilayah jawa tengah dan sekitarnya. Puluhan perusahaan dan ratusan pelanggan perorangan telah menggunakan jasa kami.
Area Pengiriman : Merak, Cilegon, Jakarta, Brebes, Tegal, Slawi, Pemalang, Pekalongan, Purwokerto, Cilacap, Wangon, Wonosobo, Kebumen, Gombong, Purworejo, Yogyakarta, Wonosari, Klaten dll.
--- UNTUK INFORMASI ---
Hub:
SE Cibitung Phone: (021) 70782334 (HOTLINE)
SE Pemuda, Jaktim Phone: (021) 4718494 HP: 081319475375
SE Mangga2 Square Phone: (021) 27136111 HP: 085883949680
Email: sinar_express@sinarjayagroup.co.id
Fasilitas Sinar Jaya Group
1. Pool
terdapat beberapa pool yang berada dibeberapa lokasi, antara lain Tambun , Cibitung, Cikarang, Cikampek dan Jakarta. Kami juga memiliki beberapa agen yang berlokasi di Bekasi dan Jakarta.
2. Tempat service yang modern dan mekanik yang terlatih
Demi keamanan dan kenyaman pelanggan selama dalam perjalanan, perawatan kendaraan dan service secara berkala dikerjakan oleh tenaga – tenaga yang ahli dan terampil dibuktikan dengan diterimanya penghargaan untuk bagian teknik dari HINO Jepang yaitu untuk 1.000.000 Km tanpa over houl. Bengkel kami dilengkapi dengan berbagai peralatan modern dan lengkap dengan mengacu referensi dari HINO Jepang agar kendaraan kami selalu dalam kondisi prima. Alat –alat yang dapat ditemui di tempat service kami , antara lain :
Brake tester : alat untuk memeriksa dan memguji kondisi rem
Engine stand : alat untuk membongkar dan merakit mesin
Smoke tester : digunakan untuk menguji gas buang, apakah berpolusi atau tidak
Nozzle tester : digunakan untuk mengabutkan bahan baker didalam kendaraan
3. Alat Pencatat Gas Emisi Berkomitmen untuk turut serta menjaga kelestarian bumi kita ini. Pada tahun... sampai ..., kami bekerja sama dengan Swiss Foundation Cooperation ( Swiss Contact) yaitu sebuah yayasan yang peduli lingkungan hidup , untuk mengurangi emisi gas buang pada armada kami. Sampai saat ini pelaporan uji emisi gas buang, selalu kami sertakan dalam pelaksanaan service berkala kami. Dengan tujuan selain mengurangi pengeluaran gas buang secara berlebih, juga untuk mengawasi apakah pembakaran bahan bakar sudah optimal.
https://dmi-dayamelatiindah.blogspot.co.id/p/animasi.html
Dulu Kondektur Sekarang Juragan Kisah Sukses Muhadi Menjadi Pengusaha Bus PO Dedy Jaya image Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal, hingga toko bangunan. Soal nasib urusan belakang. Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi, konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19 tahun kini membuahkan hasil. Grup usaha PT Dedy Jaya Lambang Perkasa yang berdiri sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis dengan 2.500 karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari mengelola ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis mal di Tegal. "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang bekerja keras pasti bisa berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret 1961 ini mantap. Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan. "Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini. Merintis sukses dari berdagang bambu Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun sejak menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut membantu ayahnya bertani di sawah. Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik Sri Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja serabutan itu. Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di sawah. "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah cikal bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi. Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab, jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai ribuan batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi Rp 470.000 saban bulan. Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu. "Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang. Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang tiada henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di material, keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi modal untuk membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha di jasa sarana angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini, dia ingin mengenang masa sulitnya menjadi kondektur. Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum, Dedy Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang-Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup usahanya dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono. Selain menggeluti bus, Muhadi juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan. Masih muda sudah kaya raya Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya. Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu di Tegal dan satunya lagi di Brebes. Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika ia mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa dilihat dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai penghargaan. Yang paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima penghargaan upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah. Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak lepas dari peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya. Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh, dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang sudah menggurita. +++++ Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua usahanya berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah satu usahanya yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula bioskopnya sempat menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun, usaha itu menjadi berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD) bajakan yang murah meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan pemasukannya makin seret hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas melego bisnis tontonannya itu. Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak dan membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak ada bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah saat itu lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada," kenang Muhadi.
Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
http://st288287.sitekno.com/article/10494/dulu-kondektur-sekarang-juragan--kisah-sukses-muhadi-menjadi-pengusaha-bus-po-dedy-jaya.html
kisah sukses pengusaha bis bgs
Kisah Sukses Bpk Darwoto Pemilik Bus Satria Muda (BGS Trans)
Thursday, 16 June 2016
Pak Darwoto, yang akrab disapa Pak Woto kembali menyeruput kopi item yang mulai dingin itu. “Usaha itu haruslah pasrah. Tapi bukan sekedar pasrah, harus berusaha mati-matian menggapai apa yang diinginkan dulu. Baru kalo sudah berusaha, pasrahkan aja hasilnya sama yang diatas...” Lanjut Pak Woto dalam obrolan di suatu sore.
Ya, Pak Woto pemilik dari PO. BGS Trans mungkin tak akan mengira, hasilnya kerja keras dan kepasrahannya sama Tuhan telah mengantarkannya menjadi juragan bis dengan jumlah sekitar 20 bus yang semuanya bus besar dengan kebanyakan berbalut bodi Adiputro.
Pada awalnya, Pak Woto sama sekali tidak berpikir untuk menjadi seorang pengusaha bis. Dari kegagalannya menjadi Polisi membuat beliau merantau ke Ibu Kota. Sempat menjadi pegawai bank sebelum akhirnya PHK menyapa. Tapi kaca depan selalu lebih lebar daripada kaca spion. Masa depan harus diraih dan masa lalu hanyalah cerita masa lalu yang sesekali dilirik. Bagi Pak Woto, tak ada kata putus asa dan menyerah, beliau kemudian kembali bekerja menjadi sopir pribadi. Dan akhirnya, berbekal tabungan sekitar 40 juta, Pak Woto mengikuti lelang kendaraan truck.
Sumber : http://buspurwokerto.blogspot.co.id/2015/10/bus-satria-muda-pariwisata.html
Meski harus menjual telepon genggam, televisi, dan peralatan rumah lainnya, Pak Woto berhasil membawa pulang 1 unit truck.Inilah cikal bakal usaha BGS Trans. Keuletan dan ketekunan Pak Woto membuat armada trucknya bertambah menjadi 13 unit. Tak lama bergelut dengan usaha truck beliau mulai melirik bis ¾ . Pak Woto menjual beberapa truck-nya untuk membeli 2 unit bis ¾ Ac untuk pariwisata, tetapi tak begitu menguntungkan menurut beliau kemudian dijuallah 2 unit bis ¾ tersebut. Setelah itu digantikan oleh mobil Elf, beliau membeli 6 unit Elf sekaligus. Pada akhir tahun 2008, Pak Woto mulai melirik bis besar untuk mengembangkan usahanya. Beliau lalu menjual seluruh truck dan Elf untuk membeli 2 unit bis besar, dari semua kendaraan lawasnya hanya satu yang disisakan yaitu truck yang beliau dapatkan dari hasil lelang sekaligus cikal bakal usahanya.
Sumber : www.youtube.com
Sejarah memang harus dijaga, sebagai bekal dan pengingat hasil kerja kerasnya dalam menggapai masa depan.Setelah menjalani usaha bis besar selama kurang lebih 3 bulan beliau merasa ada kepuasaan tersendiri. Usahanya semakin maju dan armadanya juga bertambah banyak. Dalam waktu 1 tahun, BGS Trans berhasil menambah armadanya hingga berjumlah 12 unit dan sampai tahun 2011 ini, garasinya di Lumbir semakin luas untuk menampung total 20 unit armadanya.Sekarang BGS Trans Menambah Bus dengan nama " SATRIA MUDA" diambil dari kota Purwokerto yang sering dijuluki Kota "SATRIA" dan "MUDA" yang Mengibaratkan Jiwa Muda Kota Puwokerto jadilah nama "SATRIA MUDA" .BGS TRANS dan
SATRIA MUDA ( BGS Group)Kami Melayani Kebutuhan Untuk Transportasi Perjalanan Anda
Alamat Jl. Raya Wangon-Lumbir ,
Sumber: http://caturmasdusel.blogspot.co.id/
kisah sukses bis haryantooo
Di Balik Suksesnya Anak Petani yang punya 150 Armada Bus
By Penulis : Erwin Santoso 14/12/2015 info, inspirasi, Religi 0 1314 views
12347912_1072841299401960_2702301871025402399_n
Isknews.com 14/12/15
Kudus – Kisah sukses Haryanto tidak semudah orang memandang, Pak Haryanto adalah Pemilik dari Perusahaan Otobus PO.Haryanto yang menjalankan bisnisnya dari nol.
Bus Haryanto merupakan bus asli Kota Kudus dengan logo atau icon nya di body bus bergambar menara kudus. Bus yang memilik banyak sekali armada ini sebagian besar bermesin Hino dan Mercedez benz keluaran terbaru.
Saat di temui Isknews.com di Kantor garasi PO.Haryanto ngembal (13/12/15), Pria kelahiran 17 Desember 1959 ini setelah lulus Sekolah Teknik Menengah (STM) di Kudus sempat merantau ke Jakarta sebagai Abdi Bangsa yaitu TNI yang berakhir dengan pangkat Kopral.
Dari disiplinnya yang diperoleh di pendidikan militer Haryanto memulai usahanya yang sekarang sudah berkembang pesat dibidang transportasi umum diantaranya Pariwisata , Bus reguler, angkot (angkutan kota) dan show room.
Haryanto putra dari almarhum ahmad sipan dan Ibu Hj. Sutami dan merupakan anak nomor 6 dari 11 bersaudara, sedangkan orang tua nya seorang Buruh tani. Ia merasa tertantang untuk pergi merantau ke Jakarta.
Di Jakarta, tahun 1979 dengan tekat bulat mendaftar sebagai TNI, disini di didik disiplin dan spesialis mengemudikan alat-alat berat, seperti meriam, truck perminyakan dan pengangkut bahan-bahan persediaan konsumsi. Waktu itu gaji seorang TNI hanya sekitar Rp 18.000 per bulan, dengan gaji yang sangat minim sekali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang dirasa sangat kurang. Dari sisa tabungan sekitar 1 juta rupiah itu ia memberanikan diri untuk membeli sebuah angkot dengan sistem mengangsur untuk sebagai sampingan mencari uang tambahan.
Sosok haryanto yang sederhana dan pekerja keras, sebelum dan sepulang bekerja di kostrad ia narik angkot untuk mencari uang tambahan, dengan mengurangi waktu istirahatnya dirumah.
Mengalami jatuh bangun di dunia usaha adalah hal yang sudah biasa, Haryanto juga pernah merasakan cobaan, seperti
Tahun 1998 pada saat krisis moneter melanda negeri ini, perusahaan otobus miliknya pernah mengalami kemunduran.
Hari berganti hari, tahun berganti tahun haryanto berusaha dan pantang putus asa, terus menambah angkotnya dari uang yang disisihkanya dari narik angkot dan usaha sampingan lainya sebagai perwakilan agen bus sumber urip. Dengan asetnya yang sekitar 150 angkot pada saat ini, angkotnya sudah mempunyai trayek seluruh tangerang.
Tahun 1982 H. Haryanto menikah dengan pujaan hati nya, Hj. Suheni.
Di dikaruniai 3 anak dan 7 Cucu.
Pada tahun 1990 Haryanto membuka showrom mobil di Tangerang, yang dikhususkan untuk angkot dari berbagai merk dan karoseri, ia pun tidak mengeluarkan banyak modal hanya dengan menyediakan tempat bagi orang yang ingin menjual angkotnya, hanya sistem kepercayaan, yang terus berkembang pesat.
Karena perputaran bisnisnya yang semakin kencang dan sangat menyita waktu, akhirnya Haryanto pada tahun 2002 memutuskan untuk mengundurkan diri dari kesatuan kostrad, tanpa uang pesangon namun masih mendapatkan pensiun sebesar Rp 800.000/bulan.
Pada tahun yang sama, bermodal dari pinjaman Bank senilai tiga milyar, Haryanto memulai membuka usaha Armada Bus dengan membeli 6 unit bus. Bermula dari rute cikarang cimone, dengan bus non AC yang dirasa kurang ramai penumpang akhirnya mengalihkan trayeknya ke bus esekutif dengan rute jakarta kudus, jakarta jepara dan jakarta pati.
Menurut Haryanto semua kepuasan dari konsumen adalah dari pengemudinya, dengan itu semua pengemudi di didik dengan sungguh-sungguh untuk tidak ugal-ugalan. Juga dari segi kendaraan yang harus dipantau langsung di wilayah operasinya, mendengarkan keluhan pelanggan, dan tidak segan nongkrong di terminal untuk melihat kendala, dan kelancaran armadanya.
Karyawannya pun sekarang sudah lebih dari 500 orang dan sudah mempunyai armada bus sekitar 150 unit. “Saya gak nyangka sekarang bisa menjadi pengusaha”.ujar haryanto.
Walaupun sudah menjadi juragan Bus, H.Haryanto sering ke terminal untuk mengecek kondisi bus dan bahkan sering menyamar menjadi supir untuk mendengarkan keluhan penumpangnya.
H. Haryanto juga berpesan kepada netizen Isknews.com agar jangan putus asa, selalu tekun dan ulet dalam berusaha dan berkarya, dan yang terakhir jangan lupa menjalankan perintah Agama (Sholat), karena selalu ada campur tangan Allah di balik suksesnya seseorang.
http://isknews.com/di-balik-suksesnya-anak-petani-yang-punya-150-armada-bus/
kisah sukses pemilik bis shantika
SEJARAH PO.SHANTIKA
PO. SHANTIKA yang merupakan bis Muria_an didirikan pada tanggal 13 maret 2005 oleh Bapak Taufiek dengan jalur pertama yakni Jepara -Jakarta PP. Seiring dengan perkembangan waktu kemudian membuka jalur baru Jakarta -Purwodadi akan tetapi sampai pada saat ini jalur tersebut tidak sedang berjalan yang di sebabkan oleh beberapa alasan.... mungkin penumpangnya sepi.....ato jalur purwodadi memang jalurnya sering mengalami kerusakan,mungkin hal ini akan berdampak pada armada SHANTIKA yang memang sebagian besar ber-air suspension...
Tahun 2008 SHANTIKA yang bermarkas di ngabul, Jepara ini mendapat suntikan dana investasi besar - besaran dari BANGUN PERKASA sangat memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan SHANTIKA hingga saat ini..
Pada tahun 2010 SHANTIKA membuka jalur baru Semarang - Solo PP dengan menggunakan armada ACTOR bikinan karoseri Tentrem, yang katanya unitnya milik YUDHA EXPRESS.
Terjadi perpindahan kepemilikan dari bapak Taufiek yang merupakan pendiri sekaligus pemilik SHANTIKA ke H. Ir. Suhartono dimana beliau adalah pemilik dari BANGUN PERKASA yang dulunya investor terbesar untuk PO. SHANTIKA. Dengan adanya perpindahan kepemilikan tersebut maka ...... Divisi Jepara mengalami perubahan menjadi NEW SHANTIKA... sedangkan divisi Madiun yang merupakan divisi baru yang menggunakan nama SHANTIKA ABADI berubah menjadi SHANTIKA PREMIER.
Temen - temen di akun @bismaniaorg sempet menyebut nama AM SHANTIKA...cuma belum dibahas lebih lanjut sih....jadi masih menjadi simpang siur...
https://sanzakiiytoet.blogspot.co.id/2012/12/sejarah-po.html

Isknews.com 14/12/15
Kudus – Kisah sukses Haryanto tidak semudah orang memandang, Pak Haryanto adalah Pemilik dari Perusahaan Otobus PO.Haryanto yang menjalankan bisnisnya dari nol.
Bus Haryanto merupakan bus asli Kota Kudus dengan logo atau icon nya di body bus bergambar menara kudus. Bus yang memilik banyak sekali armada ini sebagian besar bermesin Hino dan Mercedez benz keluaran terbaru.
Dari disiplinnya yang diperoleh di pendidikan militer Haryanto memulai usahanya yang sekarang sudah berkembang pesat dibidang transportasi umum diantaranya Pariwisata , Bus reguler, angkot (angkutan kota) dan show room.
Haryanto putra dari almarhum ahmad sipan dan Ibu Hj. Sutami dan merupakan anak nomor 6 dari 11 bersaudara, sedangkan orang tua nya seorang Buruh tani. Ia merasa tertantang untuk pergi merantau ke Jakarta.
Di Jakarta, tahun 1979 dengan tekat bulat mendaftar sebagai TNI, disini di didik disiplin dan spesialis mengemudikan alat-alat berat, seperti meriam, truck perminyakan dan pengangkut bahan-bahan persediaan konsumsi. Waktu itu gaji seorang TNI hanya sekitar Rp 18.000 per bulan, dengan gaji yang sangat minim sekali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang dirasa sangat kurang. Dari sisa tabungan sekitar 1 juta rupiah itu ia memberanikan diri untuk membeli sebuah angkot dengan sistem mengangsur untuk sebagai sampingan mencari uang tambahan.
Sosok haryanto yang sederhana dan pekerja keras, sebelum dan sepulang bekerja di kostrad ia narik angkot untuk mencari uang tambahan, dengan mengurangi waktu istirahatnya dirumah.
Mengalami jatuh bangun di dunia usaha adalah hal yang sudah biasa, Haryanto juga pernah merasakan cobaan, seperti
Tahun 1998 pada saat krisis moneter melanda negeri ini, perusahaan otobus miliknya pernah mengalami kemunduran.
Hari berganti hari, tahun berganti tahun haryanto berusaha dan pantang putus asa, terus menambah angkotnya dari uang yang disisihkanya dari narik angkot dan usaha sampingan lainya sebagai perwakilan agen bus sumber urip. Dengan asetnya yang sekitar 150 angkot pada saat ini, angkotnya sudah mempunyai trayek seluruh tangerang.
Tahun 1982 H. Haryanto menikah dengan pujaan hati nya, Hj. Suheni.
Di dikaruniai 3 anak dan 7 Cucu.
Pada tahun 1990 Haryanto membuka showrom mobil di Tangerang, yang dikhususkan untuk angkot dari berbagai merk dan karoseri, ia pun tidak mengeluarkan banyak modal hanya dengan menyediakan tempat bagi orang yang ingin menjual angkotnya, hanya sistem kepercayaan, yang terus berkembang pesat.
Karena perputaran bisnisnya yang semakin kencang dan sangat menyita waktu, akhirnya Haryanto pada tahun 2002 memutuskan untuk mengundurkan diri dari kesatuan kostrad, tanpa uang pesangon namun masih mendapatkan pensiun sebesar Rp 800.000/bulan.
Pada tahun yang sama, bermodal dari pinjaman Bank senilai tiga milyar, Haryanto memulai membuka usaha Armada Bus dengan membeli 6 unit bus. Bermula dari rute cikarang cimone, dengan bus non AC yang dirasa kurang ramai penumpang akhirnya mengalihkan trayeknya ke bus esekutif dengan rute jakarta kudus, jakarta jepara dan jakarta pati.
Menurut Haryanto semua kepuasan dari konsumen adalah dari pengemudinya, dengan itu semua pengemudi di didik dengan sungguh-sungguh untuk tidak ugal-ugalan. Juga dari segi kendaraan yang harus dipantau langsung di wilayah operasinya, mendengarkan keluhan pelanggan, dan tidak segan nongkrong di terminal untuk melihat kendala, dan kelancaran armadanya.
Karyawannya pun sekarang sudah lebih dari 500 orang dan sudah mempunyai armada bus sekitar 150 unit. “Saya gak nyangka sekarang bisa menjadi pengusaha”.ujar haryanto.
Walaupun sudah menjadi juragan Bus, H.Haryanto sering ke terminal untuk mengecek kondisi bus dan bahkan sering menyamar menjadi supir untuk mendengarkan keluhan penumpangnya.
Langganan:
Postingan (Atom)